Rasul Paulus memberi penjelasan panjang lebar di 1 Korintus 1:18 hingga akhir 1 Korintus 2, apa yang dimaksud dengan membangun gereja berdasarkan Kristus semata? Singkatnya:

  1. Kumpulan jemaat Tuhan adalah perkumpulan orang bodoh menurut dunia. Sehingga, kita mengikut Tuhan bukan untuk terlihat gengsi dan pintar menurut dunia, melainkan sebaliknya!

    Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah1 Korintus 1:18

  2. Kita mengikut Tuhan bukan karena menghendaki tanda-tanda keajaiban atau filosofi-filosofi yang mampu mengagumkan dunia.

    Orang Yahudi menuntut keajaiban sebagai bukti, dan orang Yunani mementingkan kebijaksanaan dunia ini.Tetapi kita ini hanya memberitakan Kristus yang mati disalib. Berita itu menyinggung perasaan orang Yahudi, dan dianggap omong kosong oleh orang-orang bukan Yahudi1 Korintus 1:22-23

    Catatan tambahan: Pada waktu itu, orang Yunani bangga akan banyaknya agama dan filosofi yang beredar, sehingga mereka banyak memperdebatkan Tuhan mana yang benar berdasarkan filosofi yang dimiliki sebuah agama. Untuk orang Yahudi, orang yang digantung (Yesus disalib) adalah orang yang terkutuk (Ulangan 21:23)!

  3. Tuhan menggunakan yang tidak terpandang dan hina di dunia untuk pekerjaanNya, agar tidak ada yang memegahkan diri di hadapanNya.

    dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita1 Korintus 1:28-30

  4. Kita tidak menggunakan kecakapan atau kepintaran kita di dalam membangun ‘gereja’ Tuhan

    Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan1 Korintus 2:1-2

  5. Kita hanya bisa yakin dan mengerti akan berita ‘kebodohan’ ini karena berkatNya melalui Roh Kudus.

    Orang yang tidak mempunyai Roh Allah, tidak dapat menerima apa yang dinyatakan oleh Roh itu. Sebab bagi orang itu hal-hal tersebut seperti suatu kebodohan saja. Orang itu tidak dapat mengertinya, sebab hal-hal itu hanya dapat dinilai secara rohani1 Korintus 2:14

Ketika kita semua, pengikut Tuhan, setuju akan satu-satunya bahan bangunan yang merupakan emas, perak dan batu berharga ini (1 Korintus 3:11-13), barulah kita bisa tidak terpecah belah dan berselisih atas hal-hal yang tidak penting di dalam membangun gerejaNya

Biarlah kemuliaan untukNya!

Rasul Paulus sangat kecewa kepada jemaat di Korintus ketika mereka terpecah belah karena saling iri hati dan perselisihan:

…telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu1 Korintus 1:11

Sebabnya, mereka telah membentuk kelompok dan merasa satu kelompok lebih baik dari yang lain:

Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus1 Korintus 1:12

Kalau kita menempatkan diri kita dengan mereka, tidaklah sulit untuk melihat memang di setiap kelompok ada hal-hal yang bisa dibanggakan. Contoh: Saya sendiri, akan bangga di kelompok Kefas (yaitu Simon Petrus, salah satu murid Tuhan Yesus sendiri!)

Di zaman sekarang, mungkin seakan-akan kita mengatakan:

  1. Denominasi saya paling benar,
  2. Saya menganut aliran Pendeta Stephen Tong, atau Pendeta Gilbert, atau nama besar lainnya,
  3. Teologi Calvinist saya jauh lebih baik dari Arminist-mu
  4. Pengetahuan Alkitab saya jauh lebih dalam dari-mu,
  5. dan lain sebagainya

Lalu, apa yang Rasul Paulus katakan tentang hal ini? Tentunya tidak ada yang salah dalam hal ini? Bukankah kita harus mengejar dan menggunakan teologi yang terbenar?

Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?1 Korintus 3:3

Terus terang saya sangat tersinggung kalau saya dituduh ‘kekanak-kanakan’ atau ‘tidak dewasa’ dalam iman ketika berselisih dan terpecah karena kebenaran teologia, padahal pengetahuan teologia saya cukup dalam tentunya. Tetapi, Rasul Paulus bersikeras untuk hal yang sebaliknya. Karena itu, ia meneliti apa perbedaan antara kelompok mereka, apakah memang benar ada yang sesat?

Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan1 Korintus 3:5-7

Dapat kita simpulkan, ketika kita berselisih dan terpecah karena ‘aliran’ atau teologia semata, Rasul Paulus menyimpulkan kita ‘kekanak-kanakan’, tidak dewasa dalam iman!

Kalau begitu, kita harus bersatu dengan segala cara? Meng-iya-kan dan mengamini segala ajaran? Tentunya bukan ini yang dimaksud oleh Rasul Paulus di dalam suratnya. Ia bahkan bersusah payah menjelaskan dasar gereja Tuhan, bahan bangunan yang terbaik, bak emas, perak dan batu-batu berharga lainnya (1 Korintus 3:11-13) , yaitu Kristus sendiri!

Pertanyaan selanjutnya, apa Kristus itu sendiri? Sekadar menaruh gambar Kristus di gereja? Menyebut namaNya seribu kali? Membangun gedung, paduan suara, kelompok drama di dalam nama Kristus? Apa maksudnya?