Pasangan Hidup dan Seks?

27 April 2007

Pernah tidak anda penasaran, mengapa kita sebagai manusia sangat perduli terhadap pasangan hidup? Apalagi sewaktu masa puber, kita mulai lirik-lirik dan bahkan merasa punya pacar merupakan sebuah keharusan. Terlebih lagi, setelah punya pacar, rasanya tidak perduli lagi dengan dunia, semua berbunga-bunga dan indah sekali😉 . Walaupun perang nuklir sedang terjadi, yang penting saling memiliki!

Lalu, kalau sampai putus dengan pacarnya, sebaliknya juga terjadi. Dunia rasanya gelap, mati tidak mau tapi hidup pun tak rela, hati seperti ditusuk-tusuk beribu-ribu pedang rasanya. Bahkan, rasa sakit ini tidak jarang berlangsung berbulan-bulan, atau bahkan lebih, kalau mau diingat-ingat lagi.

Kalau mau diadakan survey di dalam masalah pasangan hidup, saya yakin bahwa hampir semua orang akan menempatkan masalah pasangan hidup di dalam prioritas hidup mereka. Dari masalah bagaimana mencari, memilih, dan memiliki pasangan hidup.

Apakah ini hasil dari evolusi? Atau memang ini naluri manusia? Atau memang sudah dari sananya?

Mari, kita lihat kitab Kejadian untuk lihat sejarah, asal-muasal ‘pasangan hidup’:

  1.  Ketika Allah menciptakan dunia beserta segala isinya (hari kesatu sampai keenam), Dia selalu berkata bahwa hasil ciptaanNya itu ‘baik’ (Kejadian 1:4, 10, 12, 18, 21, 25 dan 31)
  2. Hanya dalam satu hal saja Allah berkata sesuatu itu tidak baik. Yaitu, waktu Ia melihat bahwa manusia yang diciptakanNya itu sendiri (Kejadian 2:18)
  3. Diciptakanlah perempuan, sebagai ‘penolong yang sepadan’. Sejak ini, Allah menganggap pernikahan adalah hal yang serius, dan mereka menjadi satu daging (asal mula hubungan seksual suami-istri), Kejadian 2:24.

Seperti yang Firman Tuhan katakan, hubungan suami-istri adalah sesuatu yang Tuhan ciptakan, dan merupakan sesuatu hal yang indah (juga hubungan seksual suami-istri)!!!

Wah, pantas saja di kepala kita, dari dahulu, yang dipikirkan bagaimana mencari pasangan hidup! Terlebih lagi, hubungan seksual juga merupakan dari bagian naluri manusia! Masalahnya, kenapa saat ini kenyataannya berbeda?  Mengapa sekarang manusia, bahkan sesama suami-istri saling menyakiti? Hubungan seksual juga menjadi disalahgunakan?

Sayangnya, pemberontakan manusia merusak semuanya (bacaan lebih lanjut di tulisan yang sebelumnya)! Jadi, jangan heran kenapa begini-begitu! Sudah diperingatkan dari awalnya kok!!

“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka” Roma 1:26-27

Lalu, apa tujuan menikah di dalam Alkitab setelah pemberontakan manusia ini? Saya undang anda untuk membaca seluruh kitab 1 Korintus 7 tentang hal ini, karena saya tidak bisa mengulasnya lebih jelas lagi!

Satu hal, tidak jarang saya mendengar dari saudara seiman di dalam Kristus yang mengatakan, “Wah, sudah punya calon belum? Kapan menikahnya? Kalau belum, mari saya doakan agar cepat-cepat mendapat jodoh!”. Lho? Tujuan hidup untuk mendapat jodoh atau pasangan hidup begitu? Sekali lagi, mari saya undang anda untuk membaca 1 Korintus 7 ini secara keseluruhan!!!

Kesimpulan: Menikah atau tidak menikah bukanlah pertanyaannya!! Tetapi, bagaimana menjalankan kehidupan saya untuk taat kepadaNya!! Kalau memang bisa single, ya jalanilah hidup itu dengan taat. Kalau tidak bisa, ya menikahlah!

8 Responses to “Pasangan Hidup dan Seks?”

  1. Waskita Says:

    Yab, apalagi kita yang hidup di timur. Kadang lingkungan yang justru menuntut kita segera mencari jodoh. jadi terpaksa kita jawab “May … maybe yes may be no” Saya senang dengan tulisan ini, dengan kesimpulannya yang pas. Tegas tanpa terkesan menggurui.

  2. nis Says:

    salam brur, gue tertarik banget baca2 posting lo. dapet site ini pas browsing di sabdaspace. gue suka “diskusi” lo ama si joshua manurung – sekilas pandang pun gue tau lah sapa yang dewasa dan sapa yang “sekedar sok rohani.

    anyway, just curious, lo udah kawin belom? soalnya posting lo ini kesannya kayak “pembelaan” buat kaum jomblo (kristen) hehehe …

    gue sendiri masih single. so maybe ur posting ini bakal gue tunjukin ke bonyok kalo mereka “nyuruh”2 gue cepet kawin, hehehe … thank’s yah bro🙂

  3. citra Says:

    saya agak ragu dengan tuntutan wanita harus menikah di usia <=25 tahun harus sudah memiliki pasangan paddahal ssebagian wanita masih ingin melanjutankan kuliah atau study mereka tapi tuntutan orangtua yang mengharuskan menikah terlebih daulu baru menyelesaikan study itu merupakan tuntutan yang harus di pikirrkan dengan jeli dan benar-benar matang sebelum mengambil keputusan tersebut

  4. silfia Says:

    setuju..klu melht kenyataan orang hidup berumah tangga skrg,nasihatku sih jgn dijalani klu tdk siap aplg klu bukan khndk TUHAN. Klu trnyata menikah tidak membuat kita lebih bahagia dan yg terutama lebih dekat pada TUHAN…untuk apa dijalani

  5. dian Says:

    Klo pendapatku,Tuhan itu hikmatNya sangat amat luar biasa, hikmat kita ga ada apa-2nya. dlm kej 2:18 Tuhan b’firman klo tidak baik mns seorang diri, utk itu membutuhkan penolong.Dan Tuhan sndri jg mengumpamakan diriNya n jemaatNya sbg pengantin. Allah sgt menghargai keluarga. Jd klo emang Tuhan menghendaki pernikahan, aku rasa sgt indah ketika kt jalani bersama Tuhan.

  6. Denzel Says:

    Kejadian 2:22-24, Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

    mengandung pengertian saling melengkapi dan menutup kekurangan satu sama lain.KESEPADANAN

  7. elly widya trisetyaningrum Says:

    terbuka deh pikirian saya setelah baca posting kamu makasih ya

  8. erwin Says:

    satu-satunya alasan pria/wanita mencari pacar dan menikah adalah faktor kesepian.kal ada yg bilang hidup sbg single oke2 aja,pasti dia tdk jujur pd hati nuraninya sendiri.anyway berdua lbih baik daripada sendiri,itu menurut pandangan gue.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: