Tanya Kenapa, Tanya Kenapa?

21 April 2007

Sebagian besar dari pembaca tentunya ingat iklan “Tanya kenapa, tanya kenapa” dari A-Mild (versi polisi ngumpet). Pertama kali saya lihat iklan tersebut, saya tidak bisa berhenti tertawa sendiri. Bukan hanya iklan itu menarik dan lucu, tetapi benar-benar menggelitik hati karena menyinggung setiap diri kita sendiri! Memang benar bahwa kita hanya patuh kalau ada yang melihat, coba, tanya kenapa?

Tanya Kenapa

Bagi yang tidak tahu iklan tersebut, bisa disingkat seperti berikut (sayangnya cuplikan videonya tidak bisa saya temukan di Internet😦 ):

  1. Seorang gadis muda sedang menyetir dan ingin memutar balik ke arah yang berlainan
  2. Masalahnya ada rambu lalu lintas yang melarangnya untuk memutar balik
  3. Gadis muda tersebut melihat sekelilingnya untuk melihat keberadaan polisi atau tidak
  4. Melihat tidak ada polisi, gadis ini lalu memutar balik
  5. Tiba-tiba seorang polisi (menyamar sebagai semak belukar) memberhentikan si gadis ini

Yang benar-benar mengena ke hati saya adalah adegan berikutnya:

Polisi: “Siang mbak… Ngak lihat rambunya?”

Gadis: “Lihat kok

Polisi: “Lalu kenapa masih dilanggar?”

Gadis: “Kan… ngak ada yang jaga” (sambil senyum-senyum innocent)

Memang betul toh kita hanya patuh kalau ada yang jaga? Tapi, pernah berpikir tidak, kenapa sebenarnya setiap dari kita punya mentalitas seperti ini. Tidak hanya orang Indonesia sendiri, yang memang terkenal tidak berdisiplin, tapi setiap kebudayaan mempunyai mentalitas seperti ini, dengan tingkat keparahan yang berbeda tentunya🙂

Ternyata, mentalitas ini adalah penyakit dari setiap manusia. Lho? Penyakit? Apa maksudnya? Mari, kita selidiki dari sejarah, sejak kapan penyakit ini mulai menjangkiti manusia…

Dari tulisan yang sebelumnya, Alkitab mengatakan Allah menciptakan dunia ini beserta segala isinya, dan kita (manusia) ditunjuk menjadi penguasa dunia dibawah Allah. Dia pun sudah menetapkan peraturan:

 “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”, Kejadian 2:17

Tentunya, manusia menganggap remeh peraturan ini, dan melanggarnya:

“…buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian”, Kejadian 3:6

Sejak itu, hubungan manusia dengan Tuhan, sesama dan mahluk ciptaanNya telah rusak (akan saya jelaskan lebih jauh di tulisan berikutnya)

Kesimpulan, ketidak mampuan kita didalam mematuhi peraturan bukanlah penyakit yang baru. Kita bisa mencoba menjelaskan fenomena ini dari berbagai macam sudut pandang, tapi pada dasarnya, kita manusia egois. Maunya mengikuti aturan sendiri, tidak peduli dengan yang lain, yang penting saya, saya dan saya lagi!!

One Response to “Tanya Kenapa, Tanya Kenapa?”


  1. […] plaing suka iklan berikut ini (credit to Garam Dunia untuk narasi iklan karena videonya belum belum bisa ditemukan di […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: