Denominasi Mana yang Paling Benar?
1 Juni 2007
Gereja Kristen Indonesia, Reformed, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Kristen Jawa, AbbaLove, Huria Kristen Batak Protestan, atau ini-itu yah? Kok banyak sekali gereja dengan berbagai macam denominasi? Apa bedanya? Penting tidak?
Sebelum mengkategorikan mana yang benar atau yang salah, kita harus mendefinisikan apa itu ‘gereja’ terlebih dahulu. Tentu saja, kita hanya bisa mengambil definisi ini dari Firman Tuhan itu sendiri, bukan dari tradisi (termasuk ‘peraturan-peraturan gereja’):
- ‘Gereja’ yang sebenarnya adalah ‘jemaat’ Tuhan, atau kumpulan pengikut Tuhan. Di Alkitab Bahasa Indonesia ’Terjemahan Baru’ dan ‘Kabar Baik (BIS)’ hal ini sangatlah jelas, karena memang kata yang digunakan adalah ‘jemaat’, sedangkan kata ‘gereja’ sendiri, yang menunjuk ke gedung/tempat tidak pernah disebut. (Diterjemahkan dari kata aslinya ekklesia, yaitu memanggil, atau yang terpanggil)
- Tujuan ‘gereja’ adalah untuk kemuliaan Tuhan:
“Maksud Allah ialah supaya sekarang, melalui jemaat, semua yang memegang kekuasaan di angkasa mengetahui kebijaksanaan Allah dalam segala macam bentuknya. Allah melakukan itu sesuai dengan rencana-Nya yang kekal, yang dilaksanakan-Nya dengan perantaraan Kristus Yesus Tuhan kita” Efesus 3:10-11 - Kepala gereja adalah Yesus sendiri, tiada yang lain:
“Ialah kepala dari tubuh-Nya, yaitu jemaat, karena Ialah sumber kehidupan jemaat itu” Kolose 1:18
Akibat dari pernyataan ini:
- Perkumpulan 2-3 orang percaya sama pentingnya dengan kumpulan ribuan orang percaya, sehingga dalam memilih ‘gereja’, kita tidak bisa melihat sekadar kuantitas saja
- Karena ‘gereja’ mempunyai tujuan yang spesifik (untuk memuliakan Tuhan melalui Yesus Kristus), marilah kita bersama-sama bersatu dalam mencapai hal ini, tidak terpecah atas masalah yang bukan tujuan ‘gereja’. Contoh: musik apa, model liturgi, jam berapa, gedung model apa, teologi ini itu, dan banyak lainnya
- Mengikuti ‘kepala gereja’, yaitu Kristus, bukan manusia. Pendeta, gembala jemaat, atau penatua gereja yang benar akan menunjukkan jalan ke Kristus, tidak ke pengertian mereka sendiri. Tentunya, kita hanya bisa mengenal Kristus dari FirmanNya semata.
Beberapa pernyataan yang sering timbul:
- “Saya tidak merasa cocok di gereja ini karena masalah musik, liturgi, atau ini itu“
- “Saya ke gereja ini karena pendetanya sangat hebat”
- “Saya sering sakit hati terhadap beberapa jemaat di gereja ini”
Tentunya sangat sulit untuk menjawab secara spesifik untuk setiap kasus, karena saya percaya masalah ini sering timbul dan tidak dapat digeneralisasikan dengan sebuah jawaban. Tetapi, mengingat tujuan jemaat berkumpul, yaitu untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk kepuasan atau kepentingan pribadi maupun sebuah kelompok, dapat menjawab mayoritas pertanyaan-pertanyaan di atas.
Sayangnya, masalah-masalah ini bukanlah sesuatu yang baru, bahkan jemaat di Korintus (melalui surat Paulus 1 Korintus) pun mengalami hal yang sama. Kita sebagai pengikut Tuhan hanya bisa saling mengingatkan dan berdoa untuk sesama, agar kita tidak menyimpang dari tujuan yang utama sebagai ‘tubuh Kristus’.
8 Juni 2007 at 8:21 pm
Thank you for visiting my blog. Unfortunately, I can’t read/understand your language.
9 Juni 2007 at 2:33 am
masalah ini sering timbul dan tidak dapat digeneralisasikan dengan sebuah jawaban
Bisa ajah, caranya? buat alkitab yang tidak ada revisinya, biar tidak seenak perut sendiri menuliskan alkitab !!!
Sayangnya, masalah-masalah ini bukanlah sesuatu yang baru, bahkan jemaat di Korintus (melalui surat Paulus 1 Korintus) pun mengalami hal yang sama.
Pokoknya semenjak alkitab sudah tidak murni lagi dari Tuhan Allah karena dicampuri oleh masuknya tulisan2 dan pikiran2 manusia maka disitulah mulai timbulnya perselisihan.
apalagi dengan bebasnya menceritakan perjalanan Yesus dalam memperjuangkan hukum Allah (tanpa dasar yang tepat) sehingga timbullah cerita2, filem2, sandiwara2 ketuhanan dll yang mengakibatkan cerita Yesus bermacam2 versi. tergantung sutradaranya. sekarang cerita tentang Yesus tidak jauh beda dengan mitos malin kundang, bandung bondowoso, sangkuriang dll.
jadi tidak heran kalau gereja dan aliran kristen jadi bermacam-macam.
apalagi:
Perkumpulan 2-3 orang percaya sama pentingnya dengan kumpulan ribuan orang percaya, sehingga dalam memilih ‘gereja’, kita tidak bisa melihat sekadar kuantitas saja
logikanya seperti partai politik.
kalau ada 2-3 orang tidak puas dengan pimpinan partai, maka dia akan bikin partai tandingan. jadi banyaknya aliran dan macam gereja ya jadi banyak sekalee..
gitu loh..
15 Juni 2007 at 12:49 pm
Salam damai & sejahtera.
Oh iya, gereja mula-mula itu disebut Gereja Katolik. Pada saat “dark age” yang pada saat itu banyak terjadi penyelewengan agama, Martin Luther mempelopori protes terhadap gereja dan membuat sekte baru, yaitu Kristen Protestan. Dan seterusnya…
GBU.
18 Juli 2007 at 2:15 pm
Sedikit komentar soal ibadah …
Kembali ke ayat yang saya amini:
“Ibadah jika disertai rasa cukup, sangat besar manfaatnya”.
Ibadah bagi saya pribadi adalah saat menyembah, saat memberi untuk Tuhan. Jadi bukan lagi soal saya, selera saya, keinginan saya dan saya-saya yang lain.
jadi ketika khotbah dirasa membosankan, saya akan tetap melatih diri saya untuk setia mendengarkan.
Ketika musik dirasa kurang menggigit, saya tetap berusaha untuk bernyanyi.
Semua ini dalam rangka memberi, beribadah, menyediakan waktu untuk Tuhan.
Supaya jangan sampai waktu yang mungkin hanya sehari ini (6 hari saya bekerja) juga saya gunakan untuk melayani diri saya sendiri. Melayani keinginan saya.
Ibadah jika disertai rasa cukup, akan besar manfaatnya. untuk melatih kita menjadi lebih rendah hati.
Jadi bukan lagi denominasi mana yang benar? mungkin lebih baik jika kita memulainya dari bagaimana pandangan kita mengenai ibadah.
GBU
25 Februari 2008 at 4:11 pm
I need ypur help!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
21 April 2008 at 7:24 am
Yesus tidak mengajarkan AGAMA KRISTEN
Yesus tidak mengajarkan DENOMINASI
Yesus memberitakan “KERAJAAN SURGA”
Matius 9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
jadi.. jangan terbelenggu oleh denominasi, jangan terbelenggu oleh doktrin dan dogma,
sembahlah Tuhan dengan ROH dan KEBENARAN, sebab itulah penyembah yang benar (Yoh. 4:23)
silakan kunjungi http://gkmin.net
12 Juni 2008 at 1:45 pm
Syaloom. Marilah hai umat pilihan Tuhan gak usah ribut soal denominasi mari kita senantiasa saling mengasihi dan menghargai satu sama lain, sepanjang pengajarannya tidak keluar dari konteks Injil Yesus Kristus biarlah mereka berkembang yang penting kita selalu menguji segala sesuatunya dan menjadi jemaat Kristus yang baik. Kalau para pemimpin gereja/ denominasi mau membenarkan diri sendiri/ denominasinya biarlah mereka itu mempertanggung jawabkanya sendir-sendiri (Matius 7 : 21 – 23)