Mengapa Membaca Alkitab?

16 May 2007

Apakah hanya di sekitar saya saja, atau memang benar terlalu banyak di kalangan kristen sendiri yang jarang (bisa dibilang hampir tidak pernah) membaca Alkitab (baca: Firman Tuhan)? Masalahnya, kalau kita berkata, “Saya pengikut Tuhan”, bagaimana mungkin kita mengikuti sesuatu yang tidak kita kenal? Ngikut saja begitu?

Tentu saja, banyak alasan dari tidak membaca Firman Tuhan, beberapa yang sering saya dengar:

  1. Tidak sempat. Bagaimana mungkin saya punya waktu untuk membaca Alkitab kalau pekerjaan sekolah/kerja saya begitu berat, belum lagi membagi waktu untuk teman dan keluarga, wah, mana sempat! (Tetapi sempat untuk nonton sinetron, bioskop, bermain NintendoDS, dan lain sebagainya ;) )
  2. Tidak relevan. Itu kan kumpulan cerita dari zaman dahulu, jadi, bagaimana mungkin bisa diaplikasi dengan kehidupan sekarang?
  3. Sok suci. Sekali seminggu di gereja cukup kok. Saya kan hanya orang awam saja.
  4. Terlalu sulit untuk dimengerti. Alkitab hanya dapat dibaca oleh para pendeta dan lulusan sekolah teologia saja.

Untuk alasan yang pertama, saya yakin pastor/pendeta anda punya beribu cara bagaimana cara meluangkan waktu untuk membaca Alkitab. Contoh: Dibaca itu Alkitabnya! Masalah waktu atau tidak punya waktu itu bukan masalahnya, seperti kegiatan lainnya di kehidupan kita, jika kita ingin melakukannya, maka kita akan mencari waktu untuknya. Seperti kita akan berusaha keras untuk mencari waktu untuk berolah raga untuk kesehatan jasmani, pantaslah kita berlatih untuk kerohanian kita:

“Latihan-latihan jasmani itu baik, tetapi latihan rohani jauh lebih penting…, karena hal itu tidak saja bermanfaat dalam hidupmu sekarang ini, tetapi juga dalam hidupmu yang akan datang” 1 Timotius 4:8

Untuk alasan yang kedua, masalah relevan atau tidak, kita hanya bisa bertanya kepada kita sendiri, “Saya adalah Tuhan, maka, saya sendiri yang menetapkan mana yang relevan atau tidak!”. Betul begitu?

Untuk alasan yang ketiga, saya yakin pastor/pendeta/pembimbing anda akan memberi ratusan alasan mengapa hal ini baik untuk kebaikan kita sendiri, bukan si pendeta atau untuk Tuhan, tetapi kita sendiri!

“Seluruh Kitab Suci diberikan kepada kita melalui ilham Allah dan berguna untuk mengajarkan kebenaran kepada kita serta menyadarkan kita akan apa yang salah dalam hidup kita; Kitab Suci meluruskan dan menolong kita melakukan hal-hal yang benar. Itulah cara Allah menjadikan kita siap dalam segala segi, diperlengkapi dengan sempurna untuk berbuat baik kepada semua orang” 2 Timotius 3:16-17

Untuk alasan yang keempat, memang harus diakui Alkitab adalah sebuah buku yang tebal, maka persepsi kita seakan-akan buku ini sangat sulit untuk dibaca. Perlu diketahui, Alkitab bukanlah sebuah buku kumpulan cerpen (cerita pendek) untuk bacaan di waktu senggang, tetapi sebuah buku yang berisi cerita dari Allah, hubunganNya dengan mahluk ciptaanNya, dengan tujuan yang jelas:

“supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” Filipi 2:10

Akibatnya, kita tidak bisa membaca Alkitab bak buku Undang-Undang, dimana buka halaman apa saja, lalu bisa diaplikasi ke kehidupan kita secara langsung. Melainkan, ini adalah sebuah cerita, yang harus ditempatkan dalam konteksnya. Contoh: kita tidak bisa membaca sebuah buku novel dan mengerti isinya dengan secara acak membuka sebuah halaman, bukan begitu?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: