Masturbasi Itu Dosa?
7 Mei 2007
Amat disayangkan bahwa topik seksualitas tidak terlalu banyak didiskusikan (bisa dibilang hampir tidak pernah) di kalangan kristen, karena hal ini dianggap tabu, untuk suami-istri saja atau banyak alasan lainnya. Masalahnya, di dalam pengalaman saya, apalagi di kalangan muda-mudi, mereka sangatlah ingin mengetahui apa pandangan Alkitab di dalam hal ini. Contohnya saja, salah satu kegiatan tambahan di sekolah saya (pada jaman dahulu kala
), pendalaman alkitab, jarang sekali yang meminatinya, tetapi, ketika topik seksualitas muncul, kelas ini langsung penuh! Pesertanya pun sangat aktif dalam berdiskusi dan bertanya.
Mengapa topik ini begitu menarik perhatian? Apakah memang ini hanyalah bagian dari naluri manusia yang sudah dari sananya? Atau dari evolusi? Sudah saya paparkan di tulisan yang sebelumnya asal muasal seksualitas ini menurut Alkitab. Tetapi, di artikel ini, ada satu hal spesifik yang ingin saya lebih bahas lebih lanjut: masturbasi.
“Apakah masturbasi itu dosa?” merupakan mayoritas pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta pendalaman alkitab pada waktu itu. Tentunya, pertanyaan ini ditulis di secarik kertas, dan dikumpulkan, lalu hanya pertanyaan yang paling banyak sajalah yang dibahas waktu itu. Tidak ada yang punya nyali untuk mempertanyakan hal ini secara langsung pada waktu itu. Terus terang saja, saya sama sekali tidak ingat apa yang saya pelajari dari diskusi ini (sudah terlalu lama
), tetapi topik ini selalu hangat, bahkan sampai sekarang!
Untuk mendapat jawaban yang ‘Alkitabiah’, tentunya kita hanya dapat berdasarkan pada Alkitab, bukan pada perkataan atau analisa si ‘A’, ‘B’, atau tokoh terhormat lainnya, termasuk presiden (dan termasuk saya sendiri tentunya)!!! Berdasarkan prinsip ini, ada beberapa fakta dari Firman Tuhan yang perlu dipertimbangkan dalam hal masturbasi:
- Seks diciptakan oleh Tuhan dengan tujuan yang baik dan untuk dinikmati oleh sepasang suami istri (Kejadian 1:27,31 dan Kejadian 2:24)
- Alkitab tidak memiliki tulisan langsung mengenai hal masturbasi. Akibatnya, Alkitab tidak mendukung ataupun melarang hal ini. Marilah kita berhati-hati dalam melarang hal-hal yang Alkitab pun tidak menyebutnya.
- Pengajaran langsung dari Yesus sendiri: “jika ada orang yang memandang perempuan dengan pikiran penuh hawa nafsu, orang itu sudah berbuat zina dengan perempuan itu dalam pikirannya” Matius 5:28
- “”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain” 1 Korintus 10:23-24
Kesimpulan, bukan masturbasi itu sendiri yang menyebabkan dosa, tetapi mengapa seseorang melakukannya:
- Jika seseorang melakukannya karena nafsu birahi yang dibangkitkan dari orang lain yang bukan istri (atau suaminya), melalui gambar-gambar maupun hanya imajinasi, menurut Matius 5:28, ini merupakan perbuatan dosa
- Jika seseorang melakukannya dengan tujuan mengontrol hawa nafsu, baik sebagai seorang bujang (atau perawan), ataupun karena si suami atau si istri yang sedang berpergian dalam jangka waktu yang lama, ini menjadi masalah ‘kebebasan orang percaya’ (Roma 14, 1 Korintus 10:23-33)
Tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk mengundang sesama pengikut Yesus, untuk tidak membebani sesama dengan perintah-perintah atau larangan yang bahkan tidak pernah disebut di dalam Alkitab. Pada saat yang sama, kita sebagai pengikut Yesus, tidak mencari alasan ’saya boleh kok melakukan hal ini karena ini itu‘, melainkan mencari kepentingan orang lain terlebih dahulu.
7 Mei 2007 at 7:33 pm
IYA!!! MASTURBASI ITU DOSA!!!
Dikirimkan oleh Josua Manurung pada Sen, 2007-05-07 17:48.
Waduh… garam dunia…
kalau tulisanmu dibaca oleh anak-anak sma-smp ke bawah…
bisa bahaya akibatnya…
Roma 4 dan 1 Korintus 10 itu tidak berkaitan langsung dengan dosa masturbasi….
BACA KEJADIAN 38:1-10
Sebuah kisah tentang Onan…
asal kata onani atau masturbasi… itu saja sudah cukup jelas….
itu saja sudah ada di Alkitab … JANGAN BILANG BELUM JELAS!!!
dan bahkan Allah menghukum mati dia….
jangan seperti Dokter Boyke yang bilang itu sah-sah saja dan sehat… dia kan dari Kedar dan Nebayot…. bukan Israel…. bagi Kedar dan Nebayot mungkin sah-sah saja bermasturbasi setiap hari… bahkan beristri lebih dari 2…
Bagi kaum muda pria dan wanita… jika saudara berpelayanan lebih baik saudara jauhi dosa yang satu ini… bertobatlah sekarang… Bukankah ketika melayani TUHAN menginginkan Kekudusan Hati dan tubuh kita… jasmani dan rohani…
Ikut Tuhan memang tidak gampang… tidak, tidak diberat-beratkan…
kalau tidak mau susah dan menahan keinginan daging ya….
silahkan saja…
TUHAN Memberkati.
8 Mei 2007 at 9:08 am
Josua, maaf bila saya berbeda pendapat dengan anda dalam hal ini.
- Dalam hal Onan, Kejadian 38:1-10, konteksnya adalah:
“Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.” Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya” Kejadian 38:8-10
Di dalam konteks cerita Onan, dia dihukum mati oleh Tuhan karena ‘gagal’ memenuhi perintah ayahnya, Yehuda, bukan karena masalah masturbasi.
Untuk anak-anak SMA dan SMP, bahkan semua orang, seperti yang sudah saya katakan, tujuan artikel ini adalah untuk mengundang anda untuk membacanya sendiri dari Alkitab, tentang masturbasi ini sendiri. Karena, seringkali masalah legalitas menjadi batu sandungan para kaum muda. Terlalu banyak perintah-perintah yang beredar di kalangan kristen adalah hasil dari ‘kebudayaan’ semata, bukan dari Alkitab itu sendiri.
Saya tidak mempunyai masalah untuk mengatakan “Masturbasi itu Dosa”, bahkan kenapa berhenti di situ, “Wanita berpakaian lebih tinggi dari lutut itu dosa”, dan banyak lain sebagainya. Tapi, yang saya ingin diskusikan di sini adalah: baca sendiri Firman Tuhan dan berdoalah dengan pimpinan Roh Kudus, dengan rendah hati dan terbuka akan perintah Tuhan dan larangan-larangannya.
Jangan percaya saya, presiden, atau orang lain, tapi percayalah pada Firman Tuhan! Karena itu adalah kuasa dari Allah!
Kesimpulan: saya tetap berbeda pendapat dengan Pak Josua dalam hal ini, tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau kita percaya “masturbasi itu dosa” itu salah. Tidak sama sekali!
Kalau kita sudah membaca Firman Tuhan dengan rendah hati, dan meminta pimpinan Roh Kudus dalam pengertian FirmanNya, dan merasa memang “masturbasi itu dosa”, percayailah itu segenap hatimu dan jangan melakukannya! Tetapi, saya sudah membacanya sendiri (saya sudah membaca Alkitab dari Kejadian-Wahyu dua kali, bahkan mendiskusikan dengan banyak orang kristen lainnya, baik pastor maupun sesama, bahwa tulisan yang saya tulis di atas adalah pandangan banyak orang kristen.
Saya tekankan lagi: saya tidak ingin memecah pengikut Tuhan dalam masalah hal ini, biar Tuhan sendiri yang mengutuk saya bisa hal ini terjadi. Tetapi, marilah kita baca Firman Tuhan itu dengan hikmat, dan mengetahui apa yang terpenting dalam mengikut Yesus!
9 Mei 2007 at 1:56 pm
@joshua manurung
Lae, bukan dokter boyke aja yg bilang kalo mstrbs itu sah kalo lagi “sesak”. ada juga beberapa pendeta universitas yang menyetujuinya.
skali lg, ini bukan kata si A kata si B, back to the Bible.
@mas rusdy, great blog! JBu…
10 Mei 2007 at 2:28 pm
Kalo balik ke jaman Perjanjian Lama, ada tertulis… “jangan mengeluarkan air mani-mu dgn sembarangan”…
Bukan di 10 perintah lho… Tp di Kitab Perjanjian Lama… (mslhna gw lupa dimana hehe)
Bagaimana sekarang dgn di Zaman Anugerah (masa Perjanjian Baru)… ?
Yg gw dapat selama hidup dalam Tuhan…
Christianity is about your own relationship with God. And also with your neighboor (sesama)
Kalo Qta cinta Tuhan, pasti Qta akan melakukan apapun utk yg Qta cinta… Termasuk juga tidak melakukan apapun yg Qta cintai itu tidak ingini…
Yah, klo masturbasi kan gak mungkin orang melakukan hal itu dgn pikiran yg kudus… dan motivasi utk melakukannya pastinya utk memuaskan keinginan daging org itu sendiri…
Yah, sudah pastilah tidak ada damai sejahtera di dalam aksi seperti itu… Kekudusan Tuhan yg seharusnya berdiam di dalam tubuh mengalami distorsi. Begitu juga hubungan lo ama Tuhan…mengalami distorsi.
Yah, kapan ‘naeknya’ hubungan ama Tuhan kalo jatuh bangun begitu…
Lagian kan, hukum2 di Perjanjian Lama itu gambaran dari Yesus Kristus… So, itulah Qta butuh Roh Kudus dan kuasa di dalam nama Yesus utk fighting temptation…
Buat Tuhan pun tidak ada dosa BESAR / KECIL…
Yg ada tuh KUDUS dan NAJIS…
Dosa Qta menyebabkan Qta najis di hadapan Tuhan…
*Gak layak lho masuk Ruang Maha Kudus hikss*
Tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk mengundang sesama pengikut Yesus, untuk tidak membebani sesama dengan perintah-perintah atau larangan yang bahkan tidak pernah disebut di dalam Alkitab. Pada saat yang sama, kita sebagai pengikut Yesus, tidak mencari alasan ’saya boleh kok melakukan hal ini karena ini itu‘, melainkan mencari kepentingan orang lain terlebih dahulu.
Setuju… !
Intinya, kasih menutupi segalanya. Tapi jangan lupa juga kalo Tuhan itu KUDUS.
Hidup dalam Roh, bukan dalam daging
14 Mei 2007 at 10:08 pm
Menurut saya sih itu dosa… referring to the story of Onan…
Lagipula, kayaknya sih tidak mungkin ya kita melakukan ‘m’ tersebut dengan tidak berpikiran kotor…..
Kalau saya sih gak mungkin, jadinya ya zinah deh…
17 Mei 2007 at 7:18 pm
Not consistent
1 Juli 2007 at 2:52 am
Saya seorang yang kurang percaya dengan tuhan. Tp hal ini juga membingungkan bagiku. Kalau menurutku si dosa walaupun saya juga melakukannya. Tp yang terpenting berbuat yang terbaik jangan jd batu sandungan buat sesama. Tidak ada yang sempurna. Ok peace
14 Juli 2007 at 2:46 pm
aku jadi sadar akan dosa onnani itu
tapi mengapa aku sering melakukan nya aku sudah beberapa
kali di doakan! tapi masih saja melakukan nya?
aku merasa sudah tidak layak lagi untuk datang ke TUHAN
gimanaya solusinya?…….,gbu all
18 Juli 2007 at 6:28 pm
Aku juga termasuk orang yg sejak dulu jatuh ke dalam lingkaran masturbasi. Kenal nya sejak SMP.
Terlalu sering jatuh bangun, sampai uda ga ngrasa bersalah lagi ngelakuinnya. Tapi aku sadar sih, ternyata bukan perbuatannya yg jadi masalah buat Tuhan, tapi awal kenapa kita sampai melakukan itu.
Kalo dari awal kita uda menurunkan standar ttg kekudusan which is “..disebut saja diantara kamu pun jangan..” (ga tau kata tepatnya, tp intinya kira2 gitu deh) pasti kita bakal jatuh lagi.
Saya tidak menentang masturbasi, tapi menentang apa yang membuat kita masturbasi. Menurut para ahli, masturbasi memang alami, mungkin waktu kecil kita juga secara ga sadar melakukannya, tapi waktu dulu kita lakukan motivasinya mungkin berbeda saat kita melakukannya sekarang.
So, jgn berdoa kita berhenti masturbasi, apa gunanya kita ga masturbasi, tapi pikiran kita dipenuhi sama gambar2 cewe2 yg ga sopan, omongan kita ga jauh dari sekwilda dan bupati, dll.
Jadi menurut aku, kita mesti ubah cara pandang kita ttg masturbasi itu. Ttg kisah Onan, kayanya itu beda kasus deh, Tuhan bukan nghukum dia karena dia buang2 mani dia, tapi kenapa dia buang mani dia..yg sama2 lah, intinya alasan utama dia ngelakuin hal itu. Bahkan sebelum dia nglakuinnya, dia sudah berdosa terlebih dahulu.
Ada komentar?
18 Juli 2007 at 11:15 pm
Adalah dosa, apa yang memunculkan N-A-F-S-U
Sebab asal muasal dosa dan daging, adalah N-A-F-S-U
(Tentunya yang berarti negatif, bukan nafsu makan, nafsu belajar atau bekerja….^^;)
Jadi, tanpa perlu memikirkan bagaimana caranya atau apa tujuannya, bagi saya, selama itu berarti ada N-A-F-S-U nya maka itulah awal dari dosa
Ya Bapa, ajarilah kami semua untuk mengekang hawa nafsu dan belajar hidup dalam Roh yang suci. Amin.
19 Juli 2007 at 4:47 pm
Dikutip dari HanaMasa:
Setuju, nah, di artikel ini, saya hanya ingin mengundang para pembaca (terutama pengikut Yesus) untuk me-redefinisi apa ‘nafsu’ ini tersebut.
Dari pengalaman saya, mayoritas pengikut Tuhan mengkategorikan ‘nafsu seksual’ ini adalah dosa. Padahal, seperti yang dijelaskan oleh artikel ini di atas, dari Kejadian 1:27,31, nafsu seksual sebenarnya adalah bagian dari manusia normal. Sama halnya dengan nafsu makan, minum, dan lain-lain.
Masalahnya, sejak kejatuhan manusia dari dalam dosa, semua nafsu ini telah disalah gunakan. Karena itu, Yesus sendiri tidak melarang hawa nafsu, melainkan penyalah gunaan hawa nafsu.
Contoh: nafsu makan baik untuk menjaga kesehatan kita, tetapi, ketika kita menyalah gunakan nafsu ini, sehingga menjadi ‘obese’, apakah ini normal? Ketika kita menyalah gunakan nafsu seksual, sehingga mengingini istri orang lain, apakah ini benar?
Sekali lagi, marilah kita kembali ke Firman Tuhan untuk mere-definisi semuanya ini. Bukan melakukan ini atau itu, tetapi mengapa kita melakukannya
14 Agustus 2007 at 12:48 pm
aku kok suka banget masturbasi sambil pake seragam sekolah lengkap ya?? temen2 ku pada bilang aku fetish seragam, gimana cara nyembuhin kelainanku ini ya??
GBU
14 Agustus 2007 at 12:49 pm
Aq pria 23th dmana sejak SMP udah lakuin yg namax Onani…
Berbagai pendapat baik itu dri pakar seks atau pendeta…
Tidak ada yg dapat membuat aq berhenti untuk lakuin hal tersebut.Biasa aq buat komitmen dlm hati untuk tdk melakukanx tapi tanpa sadar udah mulai lgi…yah begitulah,bahkan setelah melakukanx aq merasa berdosa dan mulai lgi aq baca2 Alkitab dan minta maaf ama Tuhan.
Hingga akhirnya aq coba hal yg ortu aq ajarkan sejak kecil yaitu berdoa sebelum melakukan sesuatu.
Jdi jika qta tergoda untk melakukan hal itu lgi menangkanlah dlm pikiran qta untk berdoa, kiranya hal itu tidak akan qta lakukan.
Dan untk qta pria yg udah punya pacar hargailah anugrah dari Tuhan tersebut jgn coba2 cemarkan dia.
Atau klo tergoda untuk melkukan hal2 yg tdk2…..
Ajaklah dia sama2 berdoa sebelumnya dan menangkanlah dlm hati dan pikiranmu.
JCB us.Shaloom.
31 Agustus 2007 at 10:25 am
@fetish-seragam:
Maaf komentar anda terjaring oleh Akismet spam, baru sadar hari ini
Seperti yang sudah saya komentarkan di atas, tersering kali kita menyalah gunakan nafsu kita untuk mencari kepuasan pribadi, bukannya mencari kepuasan yang ditemukan dari menjalin hubungan dengan Tuhan kita.
Terlalu sulit untuk saya berkomentar dengan tidak mengetahui masalah anda secara pribadi, sehingga saya hanya bisa menganjurkan yang Lando sudah komentarkan di atas:
Lando berkomentar:
“Hingga akhirnya aq coba hal yg ortu aq ajarkan sejak kecil yaitu berdoa sebelum melakukan sesuatu”
Karena bukan melalui tindakan-tindakan kita semata bahwa kita berdosa kepada Tuhan (bukan masturbasi, bukan ini, bukan itu), melainkan mengapa kita melakukan hal-hal tersebut. Jika anda benar-benar mencari Tuhan, berdoalah dengan sungguh-sungguh, dan biarlah Tuhan sendiri membukakan hati anda untuk menyembahNya semata, bukan nafsu kita (sekali lagi, bukan nafsu yang salah)
14 September 2007 at 12:56 pm
bung rusdy, saya senang membaca artikel anda ttg masturbasi, not judgmental,sangat dewasa.
saya ingin tahu opini anda tentang masturbasi yang dilakukan oleh lajang untuk mengontrol hawa nafsu yang seperti anda katakan,apakah bisa dibenarkan apabila tujuan ia melakukan itu adalah sebagai ekspresi mencintai tubuhnya sebagai BERKAT yang harus disyukuri, sementara ia belum mempunyai pasangan utk melakukan hubungan seksual?dan setelah melakukan itu dengan tanggungjawab, kemudian ada perasaan nyaman dan confidence, bagaimana opini anda ttg hal ini?
terimakasih, Tuhan Berkati
14 September 2007 at 6:45 pm
@kanjengdewi:
, meurut saya, Matius 5:28 menjadi tolak ukur yang paling praktis. Setiap orang memiliki pengendalian diri yang berbeda. Nah, mengapa kita melakukan masturbasi, dapat dites dengan cukup mudah menggunakan ajaran Yesus ini.
Berusaha untuk berkomentar sependek mungkin
Kalau mau dilegalitas, atau diberi batas antara benar atau salah:
1. Mampukah kita bermasturbasi tanpa melanggar Matius 5:28. Maksudnya, tanpa mengingini suami/istri orang lain?
2. Masturbasi bisa mengakibatkan kecanduan. Dimana garis batasnya, sehingga kita tidak menjadi diperbudak oleh masturbasi?
Kita perlu ingat, di Alkitab, bukan tindakan yang mengakibatkan kita bersalah atau tidak, melainkan mengapa kita melakukan sesuatu.
Untuk bacaan lebih lanjut, silahkan baca di:
http://www.new-life.net/mastrbte.htm
Menurut saya, artikel ini ditulis dari pandangan yang sangat Alkitabiah (tidak menurut opini seseorang, tapi mengupas pengertian Alkitab yang benar). Pada saat yang sama, sangat praktis dalam menyinggung masalah yang timbul dari masturbasi.
9 Oktober 2007 at 6:08 pm
Coba liat Imamat 15:2
Menurut Anda bagaimana bila dikaitkan dengan kesimpulan yang Anda buat?
9 Oktober 2007 at 9:01 pm
Wah, jika kita menggunakan prinsip “buka Alkitab dan dipatuhi seliteral mungkin”, menurut pendapat saya, akan sangat menarik, apalagi untuk semua hukum taurat yang tercatat di kitab Imamat.
Contoh lain, di Imamat 15:16
“Apabila seorang laki-laki tertumpah maninya, ia harus membasuh seluruh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam”
Juga, Imamat 15:19
“Apabila seorang perempuan mengeluarkan lelehan, dan lelehannya itu adalah darah dari auratnya, ia harus tujuh hari lamanya dalam cemar kainnya, dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis sampai matahari terbenam”
Banyak contoh-contoh lainnya. Nah, apa aplikasinya di kehidupan kekristenan kita? Apakah kita harus mengikuti hukum-hukum Taurat ini?
Saya sendiri mengalami kesulitan untuk menjawab topik ini secara singkat, karena ini menyangkut ‘ceremonial law’, yang telah digenapi oleh Yesus. Untuk bacaan lebih lanjut, saya anjurkan melalui artikel di:
http://www.ceremoniallaw.net/index.html
Kesimpulan, Imamat 15 (dan banyak hukum taurat lainnya) merupakan bagian dari ‘ceremonial law’ yang tidak bisa kita aplikasikan setelah penggenapan hukum-hukum ini, yang telah dilakukan dengan sempurna melalui juru selamat kita, Yesus Kristus.
5 November 2007 at 2:47 pm
yg saya tau masturbasi timbul dr pikiran kita yg kotor trus ingin memuaskan apa yg ada dlm pikiran kita,dan dlm masturbasi qt make objek baek brupa ce/co yg qt anggap ideal,nah dsni ajah qt udah dosa kata firman Tuhan bzinah dgn pikiran.masturbasi/onani itu,kan make alat(tangan or “v-tor)yg danggap sbg “barang” dr objek ,sex dciptain ma Tuhan adalah baik kan tp pada wkt yg tepat,tempat yg tepat n dgn org yg tepat.kl qt susah ngilangin kbiasaan onani itu krn qt tlalu syg utk ninggalin dosa yg qt anggp”menyenangkan” tp rasul Paulus blg dl Filipi 1:21 Krn bgku hdp adalah Kristus..n rasul Paulus jg mengakui qt sbg manusia punya duri dalam daging yg = kelemahan qt,bukan berarti qt hrus mentolerir hal tsb..,mengikut Yesus qt hrs mikul salib,n salibNya itu kan enak n ringan.Sbg anak Tuhan qt bs nglakuin apa ajah krn Dia yg memampukan qt,jd klo msh blm bs brenti masturbasi/onani itu sbg motivasi lbh dkt lg ma Bapa,tiap pkran untk “gituan” lg dtg cpt2 bdoa minta Tuhan patahin pikiran jahat n kotor..n jgn jg mencobai diri qt kl msh susah untuk berhenti masturbasi.jgn mnciptakan suasana2 yg bs ngdukung qt utk nglakuin msturbasi,spt bo2 ga pk baju,or ngbaca ato ngliat hal2 yg bisa mancing…telfon2an ma pacar malam hari pun juga bisa bikin kita jatoh kLo suasanax mendukung n qt lg “lemah” n spt yg qt udah tau iblis dng hi-techx jg dah nyiptain sex by phone yg jg bikin generasi2 muda saat ini jatoh..so,bentengi diri dgn firman Tuhan n lakuin biar hdp qt spt dlm Maz 1…berbuah2 ddlm Dia n dpake Tuhan dgn luar biasa untk menjangkau jiwa2 yg nunggu qt utk sama2 masuk kerajaanNya…dgrin bisikan Roh Kudus..krn dlm hatimu km tau klo masturbasi itu dosa…JbUs….
22 November 2007 at 8:51 pm
Berpikiran kotor itu dosa.
dan masturbasi pasti berfikiran kotor = berzinah dalam pikiran dan hayalan.
25 Maret 2008 at 1:45 am
Temen2, gua nimbrung bareng ya, soalnya pas aku lagi buka internet, wah gua dapet diskusi, yang menurut gua, baik sekali untuk di bicarakan.
Tetapi, gua minta maaf nih, solanya untuk hal yang sebegini penting, kita tidak mungkin membahas dengan sekilas pandang dan dengan tergesa-gesa mengambil kesimpulan.
Jadinya, agak panjang nih.
Hal-hal yang ingin saya bagikan juga bukan merupakan kesimpulan akhir tetapi sedikit pemahaman yang ada, yang hakikinya ada pada Alkitab.
Saya tertarik untuk membahas ini karena gua pikir, hal sebegini penting perlu untuk dipahami oleh kita. Tetapi sayangnya dalam kebanyakan keadaan, gereja bahkan ortu tidak mengajarkannya dengan jelas sehingga banyak yang pada akhirnya memiliki pemahaman yang keliru.
Hal pertama : tentang sex!
Banyak orang takut bahkan merasa sangat bersalah kalau berpikiran tentang sex. Tetapi hal ini dapat dimaklumi karena kebanyakan kita tidak memiliki cukup pemahaman tentang hal ini berdasarkan Alkitab.
Sex pada dasarnya adalah pemberian atau anugrah dari Tuhan yang terindah. Sex sedari awalnya diciptakan Tuhan agar dapat dinikmati oleh ciptaannya. Bahkan ketika Tuhan menciptakan manusia dan memerintahkan mereka untuk beranak cucu, IA sendiri mengatakan bahwa semuanya baik adanya.
Tetapi kita juga harus tahu bahwa cara terbaik iblis untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan adalah dengan menggunakan hal yang baik untuk memalingkan mereka dari Tuhan.
Umpamanya berkat!
Tidak ada yang salah dengan kekayaan tetapi jika hati kita kemudian begitu mencintai dan dikuasai oleh hal itu, maka itu menjadi kejahatan dimata Tuhan.
Kembali ke topik.
Rasul Paulus bahkan menggambarkan hubungan antara Tuhan dan umat-Nya layaknya hubungan suami istri.
Mengapa?
karena sex merupakan hubungan yang paling intim, dimana keduanya saling memberi dan menikmati hubungan yang ada.
Setiap kita, umat Tuhan harus memiliki hubungan yang sedemikian dalam dengan Tuhan kita.
Hal ini jangan diterjemahkan secara lateral. Ini merupakan bahasa perlambangan.
Nah, mengapa Paulus dapat menggunakan perlambangan ini? Ia mengatakan bahwa kita adalah mempelai wanita dan Kristus adalah mempelai Prianya, bahkan Paulus mengatakan : aku telah mempertunangkan kamu dengan Kristus. Temen2 cukup mencari kata tunangan dalam konkordansi dan mengeceknya dalam Alkitab.
Bagaimana paulus tahu? berarti iapun memikirkan dan membayangkan tentang sex. Tetapi jangan salah, ia memikirkannya dalam arti rohani.
Oke, sekarang begini.
Seumpamanya yaitu sex.
Didalam kejadian, ketika Allah menciptakan Hawa, Ia membawa Hawa kepada Adam, kemudian memberkati mereka. Setelah itu baru IA memerintahkan mereka untuk beranak cucu.
Tetapi sekarang banyak orang memakai alasan bahwa ini tidak ada penjelasan yang jelas dalam alkitab dan akhirnya ditipu oleh Iblis dan diperdaya oleh keinginannya sendiri, ia melakukan sex diluar pernikahan. Pernikahan bukan hanya ceremonial belaka tetapi ada berkat Tuhan didalamnya.
Ini yang harus kita ingat : Untuk menjatuhkan dan menghancurkan kita, iblis tidak menggunakan hal-hal yang dengan nyata dapat kita pahami sebagai dosa, seperti perbuatan yang terang-terangan (spt : membunuh, memperkosa, dll), tetapi ia menggunakan hal-hal yang sedari mulanya baik karena demikianlah Allah menciptakannya, namun ia memutarbalikannya dengan mengubah sedikit bentuknya sehingga perbedaannya sedemikian halus sehingga banyak orang yang terjebak dan bertanya : apakah ini dosa?
Mengenai mansturbasi?
Beberapa teman, yang saya lihat telah memberikan pernyataan yang baik. Saya hanya ingin menambah sedikit.
Banyak yang mengatakan bahwa mereka terdorong karena pikiran najis yang begitu kuat menguasai mereka. Tetapi kita harus dengan jujur menangani hal ini. Apa itu pikiran najis? Jika kita mengatakan bahwa berpikir tentang sex itu salah, maka kita berada pada jalur yang keliru. Berpikir tentang sex adalah wajar dan baik bahkan untuk mereka yang telah mencapai umur dewasa. Bahkan sangat wajar kalau mereka kemudian sering berpikir tentang hal itu. Sekali lagi : sex itu kudus. Jangan kita mengatakan najis apa yang Tuhan katakan kudus.
Inilah kesalahanya pada kebanyakan kita. Karena berpikir bahwa memikirkan tentang sex itu dosa, dan bahwa dosa itu, entahkah kecil ataupun besar sama saja, akhirnya karena berada pada keadaan putus asa, melakukan hal yang lebih jauh.
Memikirkan sex itu wajar. Mengapa saya katakan demikian? karena bagaimana seseorang itu dapat melakukan hubungan sex jika ia tidak memikirkan dan mengingininya. Sama seperti bagaimana seseorang itu mau makan jika rasa lapar tidak memberikan informasi kepada otak bahwa ia mau makan. Otomatis seseorang itu akan memikirkan tentang makanan.
Tetapi jika pikiran kita kemudian begitu dikuasai dan menjadi liar, sehingga kita kemudian ingin melakukan persetubuhan dengan seseorang yang bukan suami atau istri kita, maka itu telah menjadi benih dosa. Saya tidak mengatakan dosa tetapi benih dosa. Tetapi kemudian dia akan membuahkan dosa dan pada akhirnya maut.
Orang-orang yang salah mengerti kemudian melangkah lebih jauh dengan melakukan mansturbasi. Ini adalah tindakan untuk memuaskan diri sendiri, yang pada hakikinya adalah salah. Sex diciptakan untuk dinikmati bersama pasangan kita (sekali lagi dalam berkat Allah dalam pernikahan yang kudus).
Mansturbasi merupakan expresi egoisme yang sangat halus, sedemiiian halusnya sehingga kita menjadi tidak menyadari hal itu sebagai suatu hal yang salah.
Itu menjadi expresi cinta akan diri sendiri.
Sebenarnya akar dari segala jenis kejahatan adalah cinta akan diri sendiri.
Mengapa orang membunuh dan lain sebagainya? semuanya dikarenakan kepentingan dirinya sendiri. Mengapa mencuri? yang penting saya kenyang. semuanya expresi cinta akan diri sendiri.
Makanya dalam 2 hukum utama Tuhan, ia di tempatkan pada posisi yang paling akhir.
1. cintailah Tuhan dengan…………
2. cintailah sesamamu manusia….kemudian kata diri sendiri pada bagian akhir.
Mungkin sekian dulu. Senang bisa memiliki teman2 seperti kalian, yang menaruh minat pada hal-hal rohani.
Tuhan memberkati
13 Mei 2008 at 9:52 pm
solusinya apa?
4 Maret 2009 at 10:55 pm
Hallo mas Rusdy saya seorang muslim, ada blog yang saya baca yaitu http://expressuremotion.blogspot.com/2008/12/onani-benarkah-onani-yang-selama-ini.html
Solusi dibawah ini diambil dari penulis yang link barusan saya kasih.. membantu untuk orang2 yang ingin menghindari masturbasi..
solusi yang bisa diberikan penulis untuk menghindari masturbasi:
1. Jangan sampai melamun sendirian di kamar terlalu lama, isi waktu luang dengan kegiatan positif seperti berolahraga atau hal lainnya
2. Jangan terlalu lama di dalam kamar mandi karena saat kita telanjang, tidak jarang dari kita yang memikirkan hal kotor di kamar mandi
3. Bagi yang sering melakukannya sebelum tidur dengan alasan supaya cepat lelah dan bisa tidur dengan pulas, bisa menggantinya dengan olah raga kecil sebelum tidur seperti push up, sit up, atau apapun yang menghabiskan energi, karena setelah itu biasanya langsung cepat tertidur, atau membaca kitab suci karena jarang orang yang setelah berbuat kebaikan, dalam jangka waktu singkat langsung berbuat maksiat
4. Tekad bulat untuk tidak bermasturbasi, berdoa
Maaf ya saya ikutan nimbrung, karena topik ini memang menarik.. baik bagi umatku dan umatmu.. saya senang ada pembahasan2 seperti ini, perbedaanlah yang membuatnya indah…
meskipun, maaf, saya tidak tertarik membaca Alkitab lebih mendalam, tapi inti dari ajaran yang ada dan yang saya lihat dari penuturan serta apa yang sahih menurut anda, adalah senada..
22 Mei 2009 at 12:21 pm
Alloh SWT tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa ada manfaatnya……
4 September 2009 at 10:05 pm
syalom…..
saya baru saja bertobat dari suatu ‘kenikmatan masturbasi’…hal ini telah saya lakukan bahkan ketika saya kelas 6 SD hingga tahun lalu. ya kira2 10 tahun.jika ada saudara saudari yang kecanduan yang namanya masturbasi dan onanai yang saudara bilang tidak dapat sembuh, saya mau bagikan kalo hatimu memang benar-benat mengasihi Tuhan saudara pasti bisa. sangat sulit bagi saya untuk berhenti, terus saja gagal tidak bisa menahannya. tapi Allah kita memang luar biasa, saya dibukakan hal-hal luar biasa dengan kasihNYa. mungkin kalian mengalami hal seperti saya yang sangat merasa tidak layak untuk datang sama Tuhan kalo mengingat punya kebiasaan ini. saya cuma mau ngomong, kalo kalian melakukan sesuatu dan tidak ada perasaan damai sejahtera dalam hatimu, berarti itu datangnya bukan dari Tuhan. saya bersyukur sama Tuhan saya boleh dilepaskan dari kebiasaan masturbasi dan saya tahu masturbasi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan karena setelah lepas saya merasakan perubahan,tidak merasa ada beban untuk dateng sama Tuhan.yuk bertobat yuk, especially buat anak-anak mudanya Tuhan, kita generasi penerus bangsa. berikan yang terbaik buat Tuhan melalui hidupmu.God bless u
28 September 2009 at 11:50 pm
waaaah thx bgt niiiih^^
bwt smua yg uda ngasi nasehat….
Gw baca coment2 n perdebatan ini, mata gw jd terbuka lagi bwt bertahan ga masturbasi….
gara2 gw baca ayat yg gw pikir bsa toleransi masturbasi kayanya gw mulai buta ma hawa napsu gw yg mulai numpuk gw tahan…,
n thx to Yesus, My Shepherd, gw akhirnya nyampe di thread ini…..
Dan thanks for all, gw bsa nguatin lagi komitmen gw bwt stop masturbasi… Moga2 gw bsa sukses lepas dri pikiran ini AMIN^^
JWU all^^
29 November 2009 at 4:13 pm
shalom semuanya, ak juga ad pergumulan soal ini nih..
aku kan long distance sama pacar, jadi kita pacaran hanya lewat webcam, messenger,telfon dan chat.. yang aku bingung adalah, sudah hampir sbulan ini ak melakukan masturbasi tapi ak melakukannya kalo lagi chat sama pacarku. jadi yah dia yang ngasih fantasi2, cerita2, trus ak sendiri yang mainin alat vital..
kalo udh slese ngelakuin itu ak jg merasa bersalah, i dont know, di satu sisi ak bingung ini salah ato gak, tpi disisi lain hal itu emang enak dan nikmat.
yang jadi pertanyaan adalah, sbnernya masturbasi yang ak lakukan dosa ato tidak yah ? karna ak ngelakuin jg sama pasangan dan on cam..lagian kita ngelakuin juga karna emang saling sayang kan..
trus gmna sama pasangan yang emang saling cinta, tapi udah ngelakuin hal itu, tapi mereka gabisa merit karena keterbatasan biaya? bukankah sex itu pun sharing loves untuk psgan masing2 ?
thanks sblumnya
GBU
sya btuh pencerahan banget nih hehehe..
30 November 2009 at 12:36 am
kalo gw sendiri siiih…. gw terbiasa sendiri dikamar… n ada PC dengan koneksi internet di kamar gw. Semua fasilitas uda menunjang bgt.
Emang gw tau judulnya keiket sama sex itu susaaaah bgt… amat…. sangat…. susaaaah lepasnya.
Gw pun skarang uda kaya mujijat… gw tiba2 dpt sakit gigi yg klo gw mulai seliweran gamabar cewe di otak gw…. gigi gw langsung cenut! ampe gw ga bsa kepikiran soal bacol lagi.
Soal itu salah ato ngga. menurut ayat yg gw baca:
“Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila aurat seorang laki-laki mengeluarkan lelehan, maka najislah ia karena lelehannya itu. Beginilah kenajisannya berhubung dengan lelehannya itu: bila auratnya membiarkan lelehan itu mengalir, atau bila auratnya menahannya, sehingga tidak mengeluarkan lelehan, maka itulah kenajisannya. Setiap tempat tidur, yang ditiduri orang yang mengeluarkan lelehan itu menjadi najis, dan setiap barang yang didudukinya menjadi najis juga. (Imamat 15:2-4)
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka (Matius 5:27-30)
Dari situ secara simple aja… gw tangkep klo kita coli sampe “ngecrit”, ato mikirin soal lagi ngesex aja… itupun sudah zinah.
Gw pernah baca di ayat mana gtu gw lupa…
Di bilang klo tubuh kita, manusia. Adalah bait Roh Allah, jadi kita harus menjaga kekudusan kita. Sebab kenapa Yesus suka anak kecil?? Sebab anak kecil itu masih polos, mereka tidak punya niat tersembunyi, mereka apa adanya, dan pikiran mereka tidak dicemari dengan banyak prasangka ketidak percayaan dan pikiran mesum.
Coba kita??
Makin tua makin jadi (tua tua keladi)
makin kita terikat dengan semua kenikmatan yg dunia tawarkan. Semakin otak kita berusaha untuk membenarkan segala kesalahan yg kita lakukan.
Sebenernya Tuhan sudah berbicara, di dalam hati nurani manusia, setiap kita berbuat tidak baik kita pasti merasa tidak enak. Itulah hati nurani dimana firman Tuhan dan perjanjiannya dengan manusia ditorehkan Tuhan. Tetapi otak daging kita memang lemah… berkali2 kita berusaha lepas tapi terjatuh lagi.
Tapi, klo lo emang dari hati lo pengan lepas.
Berdoalah, sebab ikatan ini cuma bisa dilepas dalam kuasa Tuhan, Beri Tuhan kuasa dan katakanlah
” Tuhan lepaskanlah aku dari belenggu kejijikan ini… kemesuman ini Ya Tuhan!! Dalam Nama Yesus yang mengatasi segala nama! Hai roh onani! roh masturbasi! roh zinah! Pergilah!! Yesus sudah menebus hidupku dari maut! Hai iblis kau sudah tidak berkuasa lagi atasku, dalam nama YESUS! biarlah semua tipudaya dan roh kejijikan ini dilepaskan daripada ku!! Yesus pemilik jiwaku biarlah Engkau berdiam dalam hatiku dan menjagaku dari ikatan2 duni. Dalam nama YESUS aku berdoa dan mengucap syukur,amin.
Asal lo percaya, mau dan niat!! berdoa, mintalah sama Tuhan dan serahkan seluruh beban dan kesusahan lo pada NYA, dan Ia akan bekerja dengan cara ajaib yang lo ngga bakal sangka2.
Jesus Bless You^^
24 Desember 2009 at 4:44 am
Shallom..
Saya ada pergumulan berat…
Dulu saya pernah punya pacar. Kami saling menyayangi dengan baik. Namun hubungan itu berakhir kurang lebih 2 bulan yang lalu.Dia seiman dan sama-sama bertumbuh iman kami berdua dengan baik. Pada awalnya hubungan kami baik-baik saja. Kami saling jaga diri dan kekudusan untuk tidak terjerat hubungan seks di luar nikah, karena kami sama2 komitmen untuk mempertahankan hubungan pacaran yang kudus hingga menikah. Dan hal ini lebih sering ditekankan oleh pacar saya untuk jaga kekudusan.
Mantan pacar saya memiliki masa lalu yang kelam. Semasa kecil pacar saya pernah mengalami 2 kali pelecehan seksual. Itu dialaminya saat TK dan SD. Tapi yang agak parah waktu TK. Beruntung pelecehannya tingkat ringan. Laki-laki dewasa yang melakukannya hanya sebatas memegang kemaluannya. Dan pacar saya melarikan diri. Waktu SD terulang lagi, tapi oleh anak yang hampir seumur dengannya. Sejak peristiwa2 di masa kecil tersebut pengetahuan pacar saya terbuka akan hal-hal peristiwa penyimpangan seks. Masa lalu kelamnya yang lain dia pernah berpacaran 3 tahun dengan cowok yang tidak seiman. Selama berpacaran, cowok ini membawa pacar saya ke dalam hubungan yang tidak sehat. Si cowok sering mengarahkan kegiatan pacaran berakhir dengan french kissing. Suatu kali pernah si cowok meraba bagian vital pacar saya. Dan itu berakhir dengan keributan besar akhirnya mereka berpisah. Selain juga karena pacar saya merasa sangat berdosa dan ingin bertobat dari dosa pacaran tidak seiman dan hubungan yang sangat tidak sehat. Masa lalunya kelamnya yang lain juga tidak itu saja. Dia berlatar broken home. Dia juga mengetahui banyak masalah perselingkuhan di kerabat2 jauhnya. Ternyata, itu jadi pemicu membawanya masuk dalam dosa baru, dosa masturbasi. Tidak sering dia lakukan. Baginya, masalah2 menyimpang tersebut bagaikan neraka yang selalu datang bagi sekeliling hidupnya. Karena sepilu itu kisah hidupnya, dia bertegas ingin merubah hidupnya. Saya merasa sangat kasihan dan sedih mendengar itu semua. Justru tidak membuat saya kecewa, tapi saya semakin setia padanya dan harus mendukungnya untuk menguatkan dia kembali.
Masa lalu saya pun juga kelam. Sejak tahu ada gambar agak seronok di tabloid milik ortu saya, sejak umur 11 tahun itu saya terikat dosa masturbasi dan mengoleksi film biru hingga sebelum jadi petobat baru di umur 21. Namun gaya pacaran saya waktu itu anehnya saya sangat tabu untuk menjurus ke pacaran tidak sehat. Bahkan paling jauh saya hanya berpegangan tangan, jadi tidak sama sekali ada acara cium2an. Pandangan saya waktu itu lebih baik onani membayangkan pacar saya daripada kejadian nyata yang jelas bahaya. Setelah jadi petobat baru, lama-lama bisa hilang kebiasaan buruk itu. Pacar saya dan saya sama-sama dengan detail tahu masa lalu kami masing-masing dan percaya bisa lepas dari masalah itu.
Kami komitmen untuk jaga kudus.Tetapi ternyata kami tidak bisa mempertahankannya. Awalnya jika saya bertemu dengannya, lama-kelamaan akhirnya ciuman saya di keningnya. Kapan lagi berlanjut ke tangan. Dalam jangka lama kami cukup bertahan hingga itu-itu saja. Tapi suatu kali pacar saya mencium pipi, akhirnya sayapun membalasnya. Jadilah hubungan kami agak sering cium pipi. Dari situ runtuhlah komitmen kami.
Suatu kali pacar saya pernah mengunjungi kos saya menonton film kartun (menurut kami film itu aman, tidak berbau cinta sama sekali). Namun ternyata itu mulai terjadi hal parah. Kami menontonnya dengan posisi memeluk dia. Entah karena apa, kami tiba-tiba french kissing. Hari berikutnya kami nonton kartun lagi, dan yang kali ini lebih parah. Kami lama melakukan french kissing itu setiap beberapa menit. Kamipun akhirnya saling meraba bagian sensitif tubuh kami. Makin parah, kamipun memutuskan saling mengonani diri kami hingga keduanya mengeluarkan cairan. Keputusan agak konyol itu kami buat karena kami sudah tidak tahan untuk langsung berhubungan seksual. Daripada terjadi hubungan suami istri itu, lebih baik kami cepat2 untuk menyelesaikan nafsu kami dengan saling onani saja…
Dosa kecil bertambah menjadi dosa besar. Itulah yang terjadi dengan kami. Sejak itu kami merasa terkejar dosa. Tapi dampak lain, kami kembali ke dosa lama yaitu masturbasi. Komitmen kami rusak. Peristiwa itu selalu terngiang di benak kami. Dan membuat kami jatuh lagi onani untuk memuaskannya. Tapi kami melakukannya sendiri-sendiri terpisah. Itu kami ketahui setelah saling mangakui kalau sejak kejadian itu kami masing2 kadang teringat lagi. Pacar saya kadang onani, saya malah lebih parah. Jadi lebih sering onani.
Terbayang ada keinginan kuat melakukan hubungan seks dengan pacar saya secara nyata. Tapi akhirnya saya akhiri dengan onani membayangkan dia. Karena keadaan tak bertambah baik bagi kami dan takut dosa makin besar, kamipun memutuskan untuk bertobat dan untuk menghentikan dosa ini bagi kami tak ada cara lain selain berhenti onani dan berpisah tak ada hubungan lagi untuk menghilangkan memori ini. Mungkin kalau Tuhan berkenan masih mengampuni kami, kami ada harapan kecil untuk bisa bersatu lagi dengan kondisi nanti yang sudah benar2 baik di mata Tuhan.
Maaf cerita saya panjang sekali. Tapi saya ingin menunjukkan bahwa onani akan berkaitan erat dengan gaya pacaran kita secara tidak sadar. Dosa masturbasi akan membentuk hasil akhir gaya pacaran kita. Kalau tidak berakhir di kehamilan, ya akan berakhir dengan putus tragis. Padahal berpisah dengan orang yang kita cintai sangat kita takutkan bukan. Dan utamanya dosa masturbasi jahat di mata Tuhan.Kebiasaan onani tidak akan menyelesaikan nafsu kita. Justru akan menyeret kita berbuat lebih jauh lagi. Mungkin ini bisa jadi masukan bagi saudari kita Pauline.
Jujur hingga sekarangpun saya mati-matian berjuang untuk lepas dari dosa masturbasi ini lagi. Kadang bobol, nafsu saya menumpuk hebat dan onani lagi. Kadang dengan terbayang detail peristiwa kami dulu. Padahal setelah itu saya merasa jijik, tapi muncul lagi..
Saya saat ini sangat butuh penguatan dan pencerahan dari teman-teman sekalian…..makasih banget…GBU
24 Desember 2009 at 6:13 pm
@Kurniawan:
Wow saya salut dengan komitmenmu dan pengertian tentang zinah itu, memang benar sekali dosa perzinahan itu merupakan tipu daya iblis yang paling hebat, banyak orang yang mengira mentang2 Tuhan menciptakan alat kelamin jadi sah2 saja untuk berzinah, Padahal itu jelas salah.
Tuhan jelas2 mengatakan dengan memikirkan saja kita sudah berzinah di dalam pikiran kita dan Tuhan benci perzinahan.
Tetapi segala media, TV, internet yang merupakan alat dunia… makin lama membuat paradigma kita berubah yang membuat itu semua jadi wajar. Coba saja lihat, Acara TV jaman dulu sama sekarang iklannya lebih menggoda sekarang kan! Bahkan anak2 TK sudah bisa memerkosa…. Sungguh dahyat tipudaya iblis di dunia ini.
ROMA 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Kita harus punya hikmat Ilahi, bukan hikmat duniawi, dan mengarti apa yang Allah inginkan.
Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, tapi saya merasa bahwa Hari Tuhan sudah dekat, dengan banyaknya tanda2 yang diberikan oleh Tuhan kita.
Dia seperti tak hentinya memberikan peringatan pada kita akan kedatanganNya, sebab saya sungguh yakin dan percaya, Tuhan sungguh mencintai kita, Ia yang turun dari tahtaNya hanya untuk ditelanjangi, diludahi, dicerca, disiksa dan mati dipaku di salib dengan paku yang besar.
Hanya cinta yang besar yang memampukan orang untuk berkorban sebesar itu.
Itu semua ia terima agar kita yang hidup sekarang ini, dapat Ia tarik ke tahtaNya.
Saya yakin ketika kamu menulis ini, bukan karena kebetulan dan tidak mempermalukan dirimu sendiri. Tapi Roh Kudus yang menggerakkan untuk kita mempermalukan pekerjaan iblis yang tertangkap basah dengan segala tipu dayanya.
Mungkin cara paling mudah dan paling saya rasakan sendiri efektif, dengan tidak hanya menjadi jemaat di gereja,
tetapi cobalah aktif untuk menjadi pengerja bagi gereja tempatmu ibadah. Dengan berada di lingkungan yang akrab dengan Tuhan saya yakin, kamupun akan ikut bertumbuh dan tertular akrab dengan Tuhan.
saya lupa di ayat berapa: ada tertulis, bukan kita yang memilih Allah tetapi Allahlah yang memilih kita.
Sebab dengan darahNya ia memandang kita berharga dan mempercayakan segala pekerjaanNya bagi kita.
Kurniawan, Kamu anakNya yang berkenan dihadapanNya, Ia mencintaimu. Dan Ia saat ini menurunkan Roh Kudus untuk memberikan hikmat bagimu. dan Tak henti Ia mengirim malaikat untuk menjagamu. Dan ketahuilah tak pernah sekali2 pun Ia berpaling daripadamu.
Terus terang saya pertama kali mendapat panggilan untuk jadi pengerjapun karena dosa masturbasi, keluarga sayapun broken home, dan memang kutukan darah keluarga saya banyak terjadi perselingkuhan.
Sebab ditulis di hukum Taurat: Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Tapi sekarang ini entah bayak sekali pemulihan dikeluarga saya, ibu saya mulai melunak dan mau ke gereja bahkan disembuhkan dari tumornya. Dan perekonomian keluarga sayapun sangat diberkati oleh Tuhan.
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Tuhan telah menggenapi janjiNya di hidup saya.
Bukan berarti dengan begitu hidup kita akan lancar2 saja…
Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Tuhan memang mengatakan, selama kita hidup di dunia, akan banyak cobaan dan kesesakan, tetapi ketika kita jatuh janganlah meninggalkan Dia yang mencintai kita. Karena Dia akan terus menjaga dan memperhatikan kita walau kita sadar maupun tak sadar.
Semoga masukan saya berguna dan maaf bila menyinggung. YBU.